Mengintip Keindahan Sangihe, Kepulauan yang Berbatasan ... | Liputan 24 Sulawesi Utara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mengintip Keindahan Sangihe, Kepulauan yang Berbatasan ...

Posted by On 8:10 PM

Mengintip Keindahan Sangihe, Kepulauan yang Berbatasan ...

Liputan6.com, Manado - Tahuna ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Lokasi kepulauan ini berjarak 251 kilometer dari Kota Manado. Sangihe juga termasuk salah pulau terluar Sulawesi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina.

Untuk transportasi dari Manado ke Tahuna dapat melalui jalur udara ataupun laut. Penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Naha, Tahuna dapat ditempuh kurang lebih 50 menit dan hanya dilakukan pada pagi hari pukul 07.00 WITA. Sedangkan untuk penerbangan sebaliknya dari Tahuna ke Manado pukul 08.15 WITA.

  • Peringati HUT RI, Pemkab Kepulauan Sangihe Upacara di Depan Laut Perbatasan Filipina
  • RS Siloam Manado dan Mandiri Buka Gerai Khusus
  • Total Lion Air Sudah Punya 5 Rute Penerbangan Charter ke China

Sedangkan perjalanan dari Naha menuju pusat kota Tahuna dapat ditempuh kurang lebih 45 menit menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Sementara itu untuk transportasi laut masyarakat dapat menggunakan kapal cepat dan kapal malam dengan harga yang bervariatif.

Kapal cepat hanya diberangkatkan pagi hari pukul 09.30 WITA dengan menempuh perjalanan selama 6 jam. Sedangkan kapal malam diberangkatkan pukul 19.00 WITA ditempuh selama 10 jam. Keberangkatan kedua kapal tersebut dimulai dari pelabuhan Manado sampai pelabuhan Sangihe.

Saat tiba di Tahuna, Liputan6.com mencoba berkeliling menggunakan angkutan umum berwarna biru tua dimulai dari pusat kota. Uniknya, setiap angkutan yang beroperasi tidak menuliskan trayek yang dilalui. Sehingga calon penumpang harus memastikan supir tersebut melewati lokasi yang akan dituju.

Sedangkan tarif yang dikenakan untuk pelajar dipatok mulai harga Rp 2.500 dan untuk dewasa dari Rp 3.500 dan seterusnya tergantung jauh tidaknya lokasi. Saat mulai perjalanan, tampak deretan ruko-ruko yang menjual kebutuhan dan pernak-pernik rumah tangga di pusat kota. Beberapa minimarket dan penginapan juga tampak dibeberapa lokasi. Gedung sekolah mulai taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi sudah tersedia di Tahuna.

Rumah sakit umum dan beberapa puskesmas juga telah tersedia. Bahkan tempat untuk nongkrong atau tenpat minum kopi kekinian juga mulai ada di Tahuna. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu. Jalan raya di Tahuna pun sebagian besar sudah beraspal dan dapat dilalui dua kendaraan roda empat.

"Kalau mau ke tempat rekreasi bisa sewa motor atau mobil. Untuk motor itu sewa mulai dari Rp 75 ribu danmobil Rp 500 ribu sudah sama supir," ujar Adi pada Jumat 17 Agustus 2018.

Dia menyebut seringkali wisatawan mancanegara sudah mulai berdatangan ke Tahuna. Wisata menyelam ataupun berenang di laut menjadi favoritnya. "Di dekat pelabuhan itu ada kapal karam zaman Jepang, banyak yang kesana," ucapnya.

* Update T erkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Saksikan video menarik berikut ini:

Gempa 7,1 Skala Richter mengguncang barat laut Sangihe. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sempat mengaktifkan peringatan dini tsunami.

1 dari 2 halaman

Tahuna dari Ketinggian

Kepulauan Sangihe
Kepulauan Sangihe terlihat dari udara. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Tahuna berlokasi di Teluk Tahuna yang langsung menghadap ke perbukitan. Mengingat topografinya yang berbukit-bukit, keindahan kota dapat dinikmati dari ketinggian. Sebut saja Puncak Pusunge yang berjarak kurang lebih enam kilometer dari pusat kota Tahuna.

Meskipun disebut puncak, tapi lokasi ini berbentuk bukit yang dapat melihat segala penjuru kota Tahuna. Bahkan beberapa pulau-pulau terdekat. Akses menuju Pusunge memang menanjak dan berkelok, namun pemandangan indah akan terbayar saat tiba di lokasi.

Pengunjung dapat melihat keindahan kota Tahuna dari atas bukit. Seperti Teluk Tahuna yang berbentuk "U" dan dermaga dengan kapal-kapal bersandar. Bila pengunjung datang saat sore hari, akan disuguhkan dengan pemandangan matahari terbenam. Ataupun sebaliknya bila datang saat pagi hari akan terlihat matahari muncul dari ufuk timur.

Tak hanya di Pusunge, pengunjung juga dapat menikmati ketinggian di Puncak Lose yang berjarak 6 kilometer dari pusat kota. Hampir sama dengan Pusunge, Lose juga akan memanjakan mata pengunjung dengan keindahan kota Tahuna dari ketinggian.

Tahuna dari Tahun ke Tahun

Budayawan Sangihe, Nikhlas Mahare mengatakan saat pemekaran Kabupaten Sangihe menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Talaud pada 2002 itu pertanda kedua kabupa ten ini sudah bisa mensejahterakan masyarakatnya. Mengingat kedua wilayah tersebut tidak melulu membeli komoditas kebutuhan rumah tangga dari luar Kepulauan Sangihe.

Meskipun keadaan pusat Kota Tahuna mulai rapi dan ramai bila, Niklas menyayangkan tidak adanya identitas khas Sangihe. Misalnya, tidak adanya rumah adat yang ditampilkan kepada masyarakat ataupun pengunjung.

"Jadi rumah adat Sangihe itu hampir mirip dengan rumah panggung Minahasa. Yang membedakan hanya ornamennya saja," kata Niklas.

Dia menyebut ornamen-ornamen khas Singahe dapat ditemui di kapal-kapal nelayan, namun itu juga tidak terlalu menonjol. Padahal dengan adanya budaya yang semakin dilestarikan dan berbagai upacara adat Sangihe terus didengungkan, Niklas menilai hal itu dapat menjadi daya tarik wisatawan.

"Masih ada upacara adat, seperti ucap syukur di 31 Januari, penurunan perahu secara adat, perkawinan adat, peminangan adat, peresmian gedung secara adat dan lainy a. Hanya saja sudah kurang," jelasnya.

Sumber: Berita Sulawesi Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »