Pelaku Perdagangan Burung Langka Biro Indonesia Timur Berhasil ... | Liputan 24 Sulawesi Utara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pelaku Perdagangan Burung Langka Biro Indonesia Timur Berhasil ...

Posted by On 3:55 AM

Pelaku Perdagangan Burung Langka Biro Indonesia Timur Berhasil ...

Pelaku Perdagangan Burung Langka Biro Indonesia Timur Berhasil Dibekuk KLHK

Satwa-satwa tersebut, kata Nur, diperdagangkan oleh pelaku melalui media sosial Facebook.

Pelaku Perdagangan Burung Langka Biro Indonesia Timur Berhasil Dibekuk KLHKISTIMEWABurung Rangkong atau Julang Irian Bucerotidae yang menjadi objek perdagangan satwa ilegal Indonesia Timur.

Laporan Wartawan Tribunkaltim Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, MANADO - Penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan satu orang dengan inisial Mm, sebagai pelaku perdagangan satwa dilindungi di wilayah Sulawesi Utara dan dicurigai termasuk salah satu pelaku perdagangan satwa an tar pulau di wilayah timur Indonesia, Selasa (3/7/2018).

Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, menjelaskan, kurang lebih selama tiga bulan tim intelijen SPORC, Balai GAKKUM LHK Wilayah Sulawesi memantau pergerakan pelaku perdagangan satwa dilindungi di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

"Diperoleh informasi yang akurat terkait posisi dan jenis satwa dilindungi yang diperdagangkan antar daerah melalui Manado," ungkapnya melalui pressrilis yang diterima Tribunkaltim, Selasa (3/7/2018) siang.

Saat itu, 26 Juni 2018 tim Operasi SPORC Brigade Kera Hitam Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi melakukan operasi peredaran tumbuhan dan satwa dilindungi pada lokasi yang telah diintai di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Baca: Jelang Laga Persiba Menjamu PSS Sleman, Ini Persiapan Panpel

Dalam operasi pengamanan satwa dilindungi, tim operasi Sporc Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi berhasil mengamankan satu orang pe laku dengan barang bukti sebanyak 14 ekor satwa yaitu Burung Elang Acciptridae sebanyak 4 ekor, Burung Rangkong atau Julang Irian Bucerotidae sebanyak satu ekor.

Lalu ada burung Nuri Sangir atau Sampiri Eos histrio sebanyak 3 ekor, burung Nuri Bayan Betina Lorius roratus sebanyak satu ekor.

Burung Nuri atau Betet Kepala Philipin Tanygnathus lucionensis, sebanyak satu ekor, Burung Betet Ekor Panjang Psittacula longicauda sebanyak 4 ekor.

Satwa-satwa tersebut, kata Nur, diperdagangkan oleh pelaku melalui media sosial Facebook dan berdasarkan data postingan yang diperoleh tim intelejen lewat media sosial.

Jelas dapat dipastikan bahwa pelaku telah melakukan kegiatan perdagangan sejak tahun 2017 dan telah memperdagangkan berbagai jenis burung dilindungi baik di Sulawesi Utara maupun dari daerah lain.

Halaman selanjutnya 123
  • < li>
Penulis: Budi Susilo Editor: Trinilo Umardini Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Penumpang Ojol Tewas Terjatuh saat Dijambret, Polisi Periksa CCTV dan Bentuk Tim Gabungan Sumber: Berita Sulawesi Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »