Sejarah Misionaris Masuk Tanah Minasaha | Liputan 24 Sulawesi Utara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sejarah Misionaris Masuk Tanah Minasaha

Posted by On 9:44 AM

Sejarah Misionaris Masuk Tanah Minasaha

Sejarah Misionaris Masuk Tanah Minahasa

Tiupan angin kencang dari pantai Firdaus Kema lingkungan X desa Kema II Minahasa Utara (Minut), menambah suka cita pelaksanaan ibadah.

Sejarah Misionaris Masuk Tanah MinahasaTRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKEREIbadah Napak Tilas Pekabaran Injil dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Misioner Lemmert Lammers, Sabtu (9/6/2018) kemarin.

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Tiupan angin kencang dari pantai Firdaus Kema lingkungan X desa Kema II Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, menambah suka cita pelaksanaan ibadah Napak Tilas Pekabaran Injil dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Misioner Lemmert Lammers, Sabtu (9/6/2018) kemarin.

Pdt Dr Hein Arina, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM memimpin ibadah dan pertama meletakan batu di lokasi pembangunan monumen misionaris, diikuti BPMS dan sekretaris departemen (sekdep) GMIM dan Berty Kapojos, ketua panitia hari ulang tahun (HUT) ke-187 pekabaran injil dan pendidikan Kristen dan HUT ke-84 GMIM Bersinode.

"Selain ibadah dan peletakan batu pertama pembangunan monumen misoner Lemmars, Sabtu kemarin dilakukan napak tilas ke makam para misionaris di tanah Minahasa," kata Pdt Ventje Talumepa wakil ketua BPMS Bidang kerja sama.

Para peserta napak tilas dibagi dalam dua grup satu dan grup dua. Untuk grup satu ketua jemaat dan ketua wilayah dari Bitung, Minut, Manado, Minahasa serta BPMS dan melakukan napak tilas ke makam misioner HJ Tendeloo di Airmadidi, makam A Mattern NP Wilken di Tomohon, ke makam misionaris Johan Gottlieb Schwarz dan Johhan Fredrick Riedel di Minahasa.

Untuk grup dua, ketua wilayah dan jemaat dari Tomohon, Mitra dan Minsel serta BPMS dan sekdep GMIM bernapak tilas ke makam misionaris Kapelen di Ranoyapo Amurang dan berakhir di makam S Ulfers di Kumelembui Minsel.

"Bersyukur kali pertama laksanakan kegiatan peletakan batu pertama bagi misionaris di tanah Minahasa. Semoga menjadi momen penting untuk ingat sejarah. Karena tidak kenal sejarah, kita tidak kenal diri sendiri," pesan Pdt Ventje.

Lokasi pembangunan monumen misionaris Lammers di Kema, merupakan tanah hibah ke GMIM oleh pemprov Sulut melalui pemkab Minut.

Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt Hein Arina, berkhotbah diambil dari pembacaan Alkitab Ayub 5:17-27.

Kata Pdt Arina, GMIM harus membuat strategi misi bukan hanya pendekatan historis saja.

"Harus tau dan mengenal sejarah tentang hadirnya misionaris di Tanah Minahasa," kata Pdt Arina.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Christian_Wayongkere Editor: Alexander Pattyranie Sumber: Tribun Manado Ikuti kami di Identitas Mayat yang Ditinggalkan dalam Boks di Musala Terungkap, Sosok Wanita Bernama Linda Sumber: Google News | Liputan 24 Airmadidi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »