Inilah yang Membuat Pria di Kotamobagu Takut Pakai Kontrasepsi ... | Liputan 24 Sulawesi Utara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Inilah yang Membuat Pria di Kotamobagu Takut Pakai Kontrasepsi ...

Posted by On 1:39 AM

Inilah yang Membuat Pria di Kotamobagu Takut Pakai Kontrasepsi ...

Inilah yang Membuat Pria di Kotamobagu Takut Pakai Kontrasepsi Vasektomi

Selama tiga tahun berakhir, pemakai alat kontrasepsi vasektomi (khusus laki-laki) tidak bertambah jumlahnya.

Inilah yang Membuat Pria di Kotamobagu Takut Pakai Kontrasepsi VasektomiTRIBUNMANADO/VENDI LERAKepala Dinas Keluarga Berencana Moh Aljufri Ngandu

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Selama tiga tahun berakhir, pemakai alat kontrasepsi vasektomi (khusus laki-laki) tidak bertambah jumlahnya.

Dari tahun 2016 hingga 2018, pemakai alat kontrasepsi jenis MOP atau vasektomi berjumlah 16 orang.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian penduduk penyuluhan dan penggerakan, Hasriati Assi, penyebab vasekto mi ini tidak diminati warga, karena masih takut gunakan alat kontrasepsi tersebut.

Ia menceritakan, waktu tahun 2016 ada salah satu pasien vasektomi di Desa Sia. Karena tidak mengikuti prosedur, pria tersebut sakit selesai melakukan operasi vasektomi.

Baca: Khoirunnisa Mokoagow Peduli Kebersihan di Kotamobagu

Selesai operasi pasien diajurkan untuk istirahat selama 3 hari dan dibiaya negara, namun karena efek obat penghilang rasa sakit, pasien beranggapan tidak apa-apa. Kemudian bekerja mengangkat beban, sehingga berujung masuk rumah sakit.

"Dari situlah timbul pendapat orang bahwa selesai vasektomi pasti akan sakit. Padahal bukan seperti apa yang mereka pikirkan," ujar Hasriati Assi.

Kata Hasriati Assi, pemerintah akan berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang motode kontrasepsi lebih aman dan baik yakni metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti vasekotomi (MOP), Ayudi, MOW dan impland.

Ia m enambahkan, tahun 2018 Kotamobagu, memperoleh pencapaian tertinggi metode MKJP dengan presentasi 43,05 persen dari target. Pencapaian bulan Maret 406 dari 943 orang.

"Angka ini sudah termasuk baru dan ganti cara," ujar dia lagi.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Moh Aljufri Ngandu mengatakan, akan berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang metode kontrasepsi jangka panjang.

"Saya akui, warga masih banyak mengunakan alat kontrasepsi non MKJP seperti suntik dan minum pil," ujar Aljufri.

Ia menjelaskan, warga yang masih mengunakan alat kontrasepsi non MKPJ tahun 2018 hampir 60 persen. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak Editor: David_Kusuma Ikuti kami di Beredar Video Syur Disebut Mirip Dirin ya, Aura Kasih: Heboh pada WA Gue, Sok Atuh Dicek Sumber: Google News | Liputan 24 Kotamobagu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »