GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Illegal Fishing, PSDKP Tahuna Tangkap Dua Kapal Asing

Illegal Fishing, PSDKP Tahuna Tangkap Dua Kapal Asing

21 Mei 2018 16:45 Illegal Fishing, PSDKP Tahuna Tangkap Dua Kapal Asing Dua kapal asing berbendera Filipina yang diamkan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif …

Illegal Fishing, PSDKP Tahuna Tangkap Dua Kapal Asing

21 Mei 2018 16:45 Illegal Fishing, PSDKP Tahuna Tangkap Dua Kapal Asing MyPassionDua kapal asing berbendera Filipina yang diamkan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Laut Sulawesi.(Dok PSDKP)

Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna kembali melakukan penangkapan kapal asing yang melakukan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 716.

Menurut Kepala Stasiun PSDKP Tahuna Johanis Rio Medea SSt Pi, dengan menggunakan Kapal Patroli KP HIU 3215, dua kapal berbendera Filipina berhasil ditangkap di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi, sekitar 274 mil laut barat laut Tahuna, Kamis (17/5) sekitar pukul 16.15 WITA.

"Kapal asing tersebut diantaranya, jenis lightboat atau kapal lampu F/B Hanadorea Five 13 GT, dengan ABK tiga warga negara Filipina. Serta pumpboat JRV. 02 6 GT dengan jenis alkap hand line yang diawaki dua orang warga negara Filipina," jelas Medea, kemarin (21/5).

Lanjutnya, saat dilakukan pemeriksaan oleh nakoda KP Hiu 3215 Ahmad Kahar, kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan di WPP-RI. "Sehingga, kedua kapal ini pun dikawal menuju Stasiun PSDKP Tahuna untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan," bebernya.

Dia juga menyatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. "Dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar," jelas Medea.

Ditambahkannya, sebelumnya pihaknya berhasil mengamankan dan menarik tiga buah alat bantu penangkapan ikan berupa rumpon milik kapal perikanan Filipina pada Sabtu (12/5) lalu di perairan ZEEI Laut Sulawesi. Berdasarkan data dari pusat, penangkapan atas dua kapal tersebut menambah jumlah kapal perikanan yang ditangkap oleh KKP melalui Kapal Pengawas Perikanan.

"Sampai dengan tanggal 18 Mei 2018, jumlah kapal perikanan ilegal yang ditangkap sebanyak 41 kapal dengan rincian kapal Vietnam delapan kapal, Filipina empat kapal, Malaysia satu kapal, dan Indonesia 28 kapal," tutupnya.(wan/tan)

Berita Terkait
  • MyPassion

    02 Jun 2018 12:55 Lanal Tahuna Maksimalkan Penjagaan Wilayah Perbatasan

  • MyPassion

    01 Jun 2018 11:18 Tak Kantongi Dokumen Imigrasi, 2 WNA Filipina Ditangkap di Sangihe

  • MyPassion

    31 Mei 2018 13:35 Menetap Selama 3 Tahun, Dua WNA Ilegal Asal Filipina Diamankan di Tahuna

  • MyPassion

    30 Mei 2018 12:43 Program Dua Hari Tanpa Nasi, Bantu Pertumbuhan Ekonomi Sangihe

Sumber: Google News | Liputan 24 Tahuna

No comments