GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati ...

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati ...

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati Warga Kotamobagu Ukuran lebar mi ini, lebih besar dari mie biasanya, maka warga Kotamobagu, menyebutnya demi…

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati ...

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati Warga Kotamobagu

Ukuran lebar mi ini, lebih besar dari mie biasanya, maka warga Kotamobagu, menyebutnya demikian.

Mengenal Mi Tali BH dari Poyowa Besar Dua, Ramai Diminati Warga KotamobaguTRIBUNMANADO/VENDI LERAMi Tali BH

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama mi satu ini terbilang unik yakni tali BH.

Ukuran lebar mi ini, lebih besar dari mie biasanya, maka warga Kotamobagu, menyebutnya demikian.

Fatmi Binangkal (33), Pengusaha mi ojo murni Jaya Poyowa Besar Dua, Kotamobagu mengaku, mi ini biasanya dibuat atau diolah jika ada pesanan dari orang.

"Tiap hari total pesanan mi tali beha ini mencapai 5 kilogram,&qu ot; ujar Fatmi Binangkal (33), Selasa (22/5/2018).

Mi ini biasanya dipesan pemilik rumah kopi dan rumah makan. Harganya Rp 10.000/kilogram.

Kata Fatmi, mie ini mulai ramai diminati warga Kotamobagu, di beberapa cafe dan tempat makan.

Selain tali beha Fatmi juga mengelola dan menjual beberapa jenis mie seperti mi alus, sedang dan gaco.

Tiap hari Fatmi harus mengelolah pesanan dari pelanggan sebanyak 100 kilogram, untuk empat jenis ukuran mi.

Mi tali BH
Mi tali BH (TRIBUNMANADO/VENDI LERA)

Mi buatan Fatmi bisa bertahan 3 hari, jika tidak dimasukan ke kulkas.

"Mi saya tidak campur bahan pengawet. Karena bahannya hanya terigu dan air kemudian diolah," ujar Fatmi lagi.

Lanjut dia, perbulan hasil penjualan mi mencapai Rp 9 juta. Usaha ini telah digeluti sejak delapan tahun lalu dari modal awal R p 500 ribu sekarang Rp 50 juta. Jumlah pekerja yang membantu empat orang.

"Saya bertahan dengan usaha ini, dari modal kecil hingga besar seperti ini," ujar dia lagi.

Ia menambahkan, hingga kini belum ada bantuan Pemerintah Kotamobagu, untuk usaha rumahan seperti ini. Sebab masih memerlukan peralatan dan mesin gilingan.

Penulis: Vendi Lera Editor: Aldi_Ponge Sumber: Tribun Manado Ikuti kami di Siswa SD Buat Siswi SMP di Tulungagung Mengandung hingga Usia 6 Bulan, Begini Keputusan Keluarga Sumber: Google News | Liputan 24 Kotamobagu

No comments