Astaga, Ada Daging Ayam Isi Angin, Ini Tanggapan Kepala ... | Liputan 24 Sulawesi Utara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Astaga, Ada Daging Ayam Isi Angin, Ini Tanggapan Kepala ...

Posted by On 5:19 PM

Astaga, Ada Daging Ayam Isi Angin, Ini Tanggapan Kepala ...

Astaga, Ada Daging Ayam Isi Angin, Ini Tanggapan Kepala Disperindag UKM Kotamobagu

Pedagang di Pasar Serasi Kotamobagu, mengunakan berbagai cara untuk memenuhi permintaan pelanggan. Di antaranya melakukan trik mengelabui pembeli ayam

Astaga, Ada Daging Ayam Isi Angin, Ini Tanggapan Kepala Disperindag UKM KotamobaguTRIBUNMANADO/VENDI LERAAlat pompa angin dan daging atam di Pasar Kotamobagu

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Permintaan daging ayam di Kotamobagu meningkat menjelang Ramadan.

Pedagang di Pasar Serasi Kotamobagu, mengunakan berbagai cara untuk memenuhi permintaan pelanggan. Di antaranya melakukan trik mengelabui pembeli ayam daging dengan diisi angin.

Ayam daging d iisi angin dengan mengunakan pompa, sedang marak menjelang Ramadan. Sehingga ayam yang dijual kelihatan besar dan gemuk.

Pantauan Tribun Manado di Pasar Serasi, Minggu (13/5), ada sebagian pedagang mengunakan pompa angin. Mereka melakukan kegiatan ini secara diam-diam.

Angin yang dimasukan ke tenggorokan ayam samar terdengar, karena suara ribut pasar sehingga tak jelas.
Pompa angin biasanya diletakan di kolong tempat daging ayam dijual. Satu pedagang bertugas memompa daging ayam yang sudah dibersihkan. Caranya sederhana, tenggorokan ayam dimasukan angin, lalu dipompa, kemudian diikat, agar anginnya tidak keluar.

"Sebagian dari kami sudah tahu dan membedakan mana ayam dipompa dan tidak," ujar Santi penjual nasi goreng.

Kata Santi, ayam pompa semua tubuhnya kelihatan gemuk dan kencang. Berbedah ayam tidak dipompa, hanya bagian tertentu terlihat gemuk. Namun masih banyak juga masyarakat yang datang membeli.

"Walaupun itu berdosa, t api pedagang tersebut tetap melakukan kecurangan. Saya belum tahu, apakah ada efek saat dikomsumsi atau tidak," ujar Santi.

Penjual daging ayam Yuliko Ilata, mengatakan sudah berapa kali mendapat teguran dari Dinas Perindustrian,Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu.

"Saya takut menjual daging ayam pompa. Karena takut berdosa, apalagi di bulan suci Ramadan," ujar wanita berhijab ini.

Menurutnya, untuk mengetahui apakah ayam itu dipompa atau tidak, cukup dilihat dibagian leher ayam dan bagian pantat mengembang.

Ia menambahkan, tiap hari harga ayam terus naik dari satu ekor Rp50 ribu hingga Rp65 ribu, ditambah lagi stok kurang.

Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Arai mengatakan, akan segera turun melakukan penindakan.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pembongkaran terhadap pedagang ayam yang mengunakan pompa, namun tidak jera," ujar Herman Arai.
Hari Senin Dinas Disper indagkop dan Satpol PP akan melakukan operasi pasar. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak Editor: David_Kusuma Ikuti kami di Pelaku 3 Bom Gereja di Surabaya Ternyata 1 Keluarga, Terungkap Peran Suami, Istri dan Putra-putrinya Sumber: Google News | Liputan 24 Kotamobagu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »