GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK Tanawangko

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK Tanawangko

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK Tanawangko MCO akan memeriahkan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di komplek Gereja Katolik Tanawangko, Minahasa, Sul…

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK Tanawangko

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK Tanawangko

MCO akan memeriahkan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di komplek Gereja Katolik Tanawangko, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (15/4/2018).

Setelah Tampil di Tondano, MCO Bakal Meriahkan KRK TanawangkoISTIMEWAManado Catholic Orchestra (MCO)

TRIBUNMANADO.CO.ID, TANAWANGKO - Manado Catholic Orchestra (MCO) akan memeriahkan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di komplek Gereja Katolik Tanawangko, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (15/4/2018).

Sebelumnya, mereka memeriahkan KRK Gereja Katolik Rosa de Lima, Tondano, Minahasa, tadi malam 15 April 2018.

"Kami akan tampil sore ini. MCO akan ta mpil," ujar Dokter John Nursalim, conductor MCO, Minggu (15/4/2018).

Sebelumnya, malam tadi MCO berkolaborasi dengan paduan suara OMK dari Paroki Kawangkoan.

Kolaborasi ini merupakan kolaborasi spontan.

"Ini merupakan salah satu keajaiban penuh kebersamaan yang terjadi pada malam hari itu. Misa pun berjalan penuh khidmat di pimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Dr Agustinus Agus bersama pastores dari keuskupan Manado," katanya.

Mgr Dr Agustinus Agus dalam homilinya, kata John, menceritakan perjalanan hidupnya dan memberikan contoh kisah nyata yang menggugah inspirasi para umat yang hadir.

Di akhir homili, Uskup Agung Pontianak ini mengajak semua untuk mengingat bahwa semua pada dasarnya adalah seorang 'Camat', istilah dari Uskup untuk mengingatkan bahwah semua akan kembali ke tanah.

"Camat itu merupakan singkatan dari Calon Mati. maka sebagai seorang camat, semua kesengsaraan di dunia ini hanyalah sementara,& quot; ujarnya.

Acara yang dikoordinasikan oleh pastor Kris Ludong ini berjalan begitu hangat di tengah sejuknya udara Sekitar Gereja Rosa de Lima, Kawangkoan.

Selesai misa, umat saling berjabat tangan, bertegur sapa dan berkenalan satu sama lain.

"Beberapa umat yang hadir mengusulkan agar acara kebersamaan seperti ini sering diadakan," katanya.(Tribun Manado/David Manewus)

Penulis: David_Manewus Editor: Alexander Pattyranie Sumber: Tribun Manado Ikuti kami di Pengakuan Pasutri Pelaku Pesta Seks dan Bertukar Pasangan di Surabaya yang Digerebek Polisi Sumber: Google News | Liputan 24 Tondano

No comments